11 Tips Membangun Kepercayaan Pelanggan Untuk Meningkatkan Omzet dan Bikin Anda Makin Tajir

Selamat pagi sobat blogger
semua, kali ini admin mau berbagi info yang mudah-mudahan bermanfaat buat Anda.
Kali ini tentang tips membangun kepercayaan pelanggan agar omzet penjualan Anda
ikut meningkat. Info penting ini saya dapatkan dari mailing list BOC
yang dikirim secara berkala.
Seorang pengusaha yang sudah
punya website e-commerce namun masih sering mengalami kesulitan dalam
menyakinkan calon pembeli agar terjadi penjualan (closing sales) melalui sistem
website nya yang sudah canggih.
Ada kalanya juga mereka masih memanfaatkan
website marketplace (seperti tokopedia, kaskus dan bukalapak) untuk penetrasi
penjualan produknya.
Dalam hitungan tahun,
pengusaha tersebut membandingkan efektifitas dan total omzet penjualan antara
website sendiri dengan website marketplace tersebut. Pengusaha itu merasakan
penjualan melalui website nya sendiri menurun, sedangkan marketplace cenderung
naik. Adakah yang salah pada website nya? Apakah Anda mengalaminya juga?
Coba evaluasi kembali strategi
Anda dengan memastikan website tersebut apakah sudah mempunyai hal-hal seperti
dibawah ini:
cara Membangun Kepercayaan Pelanggan

1. Menu navigasi yang mudah (User Friendly)

Tren desain website e-commerce
saat ini adalah bersih, rapi, cenderung kaku, menu navigasi yang mencolok,
topik menu ramping dan cenderung to the point. Kelihatan jelas tombol untuk
detail, beli, belanja lagi, dll. Coba lihat website e-commerce besar seperti
zalora, traveloka, dll. To the point kan?

2. Design Website Harus Responsive

Responsive adalah kemampuan
sebuah website untuk menyesuaikan tampilan di berbagai alat, yaitu smartphone,
tablet, dan laptop. Ingat, mayoritas masyarakat habiskan waktu online nya
menggunakan smartphone. Coba buka web Anda di smartphone 5 inch, bandingkan
dengan web lain yang terkenal. Kalau tampilan website Anda kecil, artinya belum
responsive. Segera tambahkan design yang responsive.

3. Jelaskan Cara Order dan Metode Pembayaran

Panduan cara melakukan order
akan permudah calon pembeli memahami sistem website Anda. Jelaskan menggunakan
gambar, alur proses pembelian hingga produk itu terkirim. Jelaskan cara
pembayarannya dan tampilkan bank yang Anda gunakan.

4.
Sajikan Informasi Secara Detail.

Berikan informasi detail
produk Anda. Bila perlu 1 produk mempunyai banyak foto yang tampak dari samping
kiri, kanan, atas atau close up nya. Deskripsikan sebanyak mungkin sehingga
calon pembeli tidak perlu tanya kembali. Ini yang terjadi di website
marketplace yang sajikan data produk lebih banyak dan detail.

5.
Testimonial atau Daftar Pelanggan

Website marketplace
menggelontorkan dana besar untuk iklan di TV, media cetak atau elektronik.
Iklan ini lebih kuat berikan efek keyakinan di mata calon pembeli. Untuk
website Anda, rajinlah sediakan formulir testimonial ataupun minta testimonial
dari pelanggan serta tampilkan di website agar dibaca oleh calon pembeli.
Tampilkan juga daftar pelanggan Anda.

6. Eksistensi Diri

Website marketplace mempunyai
badan hukum, kantor, team kerja yang jelas, prestasi dan publikasi yang nyata.
Maka lengkapi website Anda dengan menampilkan legalitas hukum seperti dokumen
SIUP, TDP, NPWP dll. Tampilkan juga foto toko, team, proses produksi di
website, menandakan Anda ada dan nyata. 
Beritakan juga prestasi bisnis Anda,
semisal pernah dapat sertifikasi dari pemerintah atau institusi lain, pernah
diliput oleh media ini dan itu. Beritahu juga partisipasi Anda yang bermanfaat
bagi masyarakat.

7. Rutin Update Konten dan Aktif di Media Sosial

Lengkapi website Anda dengan
artikel-artikel yang bermanfaat bagi calon pembeli. Menulislah di website Anda
seputar manfaat produk, motivasi berbagi informasi seputar bisnis Anda. Update
kegiatan Anda di website itu dan unggah ke media sosial juga. Beritakan kepada
masyarakat bahwa Anda selalu ada.

8. Siagakan Customer Service dan Technical Support

Website marketplace pun
melengkapi diri dengan kegiatan diskusi produk. Maka lengkapi pula website Anda
dengan fasilitas chat ataupun komentar agar terjadi diskusi interaktif antara
calon pelanggan dengan Anda. Ramah dan selalu cerdas di mata calon pelanggan.
Kegiatan berdiskusi adalah wajib hukumnya. Jika Anda ketus dengan pelanggan,
maka Anda akan dibenci. Jika Anda ramah, maka Anda akan disayang dan terjadi
closing sales.

9. Minta Feedback (ke Pelanggan atau Masyarakat)

Jangan hanya minta pendapat
yang bagus-bagus saja ke pelanggan. Mintalah pendapat berupa kritik dan saran
agar bisa membangun. Beberkan ketidaksempurnaan itu agar menjadi perbaikan
produk dan layanan bagi kesempurnaan website dan bisnis Anda.

10. Lakukan Evaluasi Secara Berkala

Jangan berdiam diri dan puas
dengan keadaan Anda. Teruslah menggelar evaluasi secara berkala antara Anda dan
team. Bisa juga antara Anda dan masyarakat. Berbincang dan berdiskusilah agar
menemukan solusi bagi kesempurnaan website dan bisnis Anda.

11. Maksimalkan Iklan

Teruslah melakukan iklan baik
itu online maupun offline yang mengarahkan traffic ke website Anda. Para ahli
bisnis bilang, satu pertiga keuangan perusahaan itu harus habis untuk iklan.

Tren yang berkembang saat ini
adalah melakukan bisnis dengan pola pemasaran di berbagai kanal. Baik itu kanal
marketplace, media sosial, dan melalui website sendiri. Hal tersebut merupakan
kombinasi bagus untuk tambah kocek omzet Anda.

Namun kita tidak pernah tahu kelangsungan website
marketplace tersebut. Tengok kasus dot com yang runtuh dan tutup. Bagaimanapun
kejadiannya, jangan mematikan website Anda karena tetaplah web itu sebagai identitas
dan profil usaha. Tetaplah memperhatikan hal diatas agar porsi omzet melalui
website Anda jadi makin besar.

Tinggalkan Balasan