9 Cara Mudah Merawat dan Mencuci Kaos Berbahan Katun

Urusan mencuci kaos berbahan katun yang lembut memang gak segampang baju lain. Bisa saja kesalahan dalam mencuci mengakibatkan kaos jadi rusak atau malah cepat pudar warnanya. Kalau udah begini, kaos kesayangan tak terselamatkan. Ada lho baju dengan bahan tertentu tidak boleh digiling menggunakan mesin cuci, ada pula yang tak boleh di sikap.

Nah untungnya, ketika Anda sudah paham cara mencuci kaos, hal diatas tidak akan terjadi, lalu bagaimana dengan yang belum ngerti cara yang tepat?

Tenang, apapun masalah Anda saya yakin pasti ada solusinya. Dan kali ini kita akan membahas tentang cara perawatan kaos berbahan katun yang lembut. Oke, langsung saja kita mulai dan mungkin ada yang udah gak sabar nunggu, cekidot bray…

1.Perendaman Maksimal 30 Menit

Tak perlu merendam kaos anda terlalu lama. Usahakan untuk kaos yang baru pertama kali dicuci tidak direndam lebih dari 30 menit dan untuk kaos lama tidak lebih dari 1 jam. Jangan pula merendam dalam air dengan detergen terlalu banyak. Jika detergen terlalu banyak, maka berakibat pada rusaknya sablonan atau cepat berubah warna.

2.Jangan Mencampur Kaos dengan Baju Lain

Pisahkan kaos anda dengan pakaian lain (agar sablon kaos atau sablon digital tidak mudah rusak), khususnya yang berwarna kuat seperti hitam, merah, biru dsb dengan kaos berwarna putih. Hal ini guna mencegah sedandainya warna kuat tersebut luntur tidak mengakibatkan kaos kesayangan anda terkena dampaknya. Pisahkan juga antara pakaian yang kotor dengan yang kurang kotor agar kotoran tidak berpindah.

3.Hindari Menyikat kaos Saat Mencuci

Kaos berbahan cotton memiliki tekstur kain yang lembut. Hidari menyikat kaos tipe ini, karena dapat merusak tekstur kain. Hindari juga kucekan dan perasan yg kuat karena selain merusak pori-pori baju juga dapat merusak permukaan sablon.

4.Jemur Pada Posisi Terbalik

Tahukan anda bahwa sinar matahari berlebihan dapat mengakibatkan warna kaos dan sablonan anda memudar. Untuk mencegahnya jemur kaos anda dengan posisi terbalik. Bagian dalam menghadap luar dan bagian yang bersablon didalam.

5.Hindari Menggantung Saat Menjemur

Hindari menggantung dengan hanger pada bagian leher kaos dalam jangka waktu yang lama. Hal ini karena dapat mengakibatkan leher kaos melar. Melarnya ini akibat tidak kuat menahan beban air yang ada pada kaos basah. Hindari juga mengantung kaos pada tali / kawat jemuran, karena kontur tali / kawat dapat dengan mudah merusak tekstur kain yang halus.

6.Jangan Pakai Pemutih

Jagnan sekali kali mencuci kaos bersablon dengan pemutih / detergen yang mengandung bahan pemutih. Proses atau reaksi kimia pada pemutih bisa mengakibatkan sablon menjadi luntur / terkelupas. Selain itu juga, pemutih bisa menjdikan kaos lebih cepat tipis dan kasar.

7.Selalu Setrika Kaos Setelah Kering

Agar kaos anda awet, disarankan untuk disetrika setelah dicuci dan dijemur. Pastikan menyetrika baju dalam keadaan kering. Hindari menyetrika kaos pada bagian gambar (sablon). Atur juga agar posisi panas setrika anda pada posisi sedang.

8.Jika Terkena Noda Segera Dicuci

Jika kaos kesayangan anda terkena noda, segera cuci pada bagian yang bernoda. Pakai shampoo / detergen, oleskan pada bagian noda. Kucek dengan lembut dan halus, setelah itu bilas menggunakan air bersih hingga noda hilang.

9.Jangan Gunakan Kaos untuk Tidur

Agar kaos anda awet jangan gunakan untuk tidur. Karena kaos akan menjadi mudah kotor khususnya pada bagian leher. Saat tidur, secara sadar atau tidak kita pasti berkeringat. Campuran keringat dan kotoran debu pada seprai sangat merusak kaos. So, masih mau pakai kaos untuk tidur?

Tinggalkan Balasan